Pankreatitis adalah kondisi peradangan pada pankreas. Kondisi ini dapat bersifat akut maupun kronis. Apabila peradangan masih dalam waktu yang singkat dan belum menyebabkan kerusakan jaringan permanen, maka disebut pankreatitis akut.
Pankreatitis akut adalah kondisi meradangnya pankreas secara tiba-tiba atau dalam waktu yang singkat.
Pankreas merupakan kelenjar berbentuk panjang dan rata yang terletak di belakang perut bagian atas. Pankreas menghasilkan enzim yang membantu pencernaan dan memproduksi hormon insulin.pankreatitis akut parah berpotensi menyebabkan komplikasi serius.
Pankreatitis akut ringan dapat membaik dalam waktu satu minggu, apabila tidak mengalami komplikasi lebih lanjut. Sedangkan pankreatitis akut parah berpotensi menyebabkan komplikasi serius.
Perbedaan pankreatitis akut dan kronis adalah peradangan pada pankreatitis akut berlangsung singkat sedangkan pankreatitis kronis ditandai dengan rusaknya pankreas secara permanen yang diakibatkan oleh peradangan selama bertahun-tahun.
Pankreatitis terjadi ketika enzim pencernaan diaktifkan saat masih berada di pankreas sehingga kemudian mengiritasi sel-sel pankreas dan menyebabkan peradangan. Penyebab pankreatitis akut paling umum meliputi:
Konsumsi alkohol selama bertahun-tahun dapat berpotensi menyebabkan pankreatitis akut.
Pankreas memproduksi enzim tripsin dalam bentuk tidak aktif. Penyalahgunaan alkohol dipercaya dapat memicu tripsin aktif ketika masih berada di pankreas.
Penyebab jelasnya tidak diketahui, namun para peneliti percaya bahwa etanol memberikan pengaruh pada sel-sel pankreas sehingga memicu sel-sel tersebut mengaktifkan tripsin sebelum waktunya.
Penyebab pankreatitis akut yang paling umum selanjutnya adalah batu empedu.
Batu empedu adalah benda kecil menyerupai kerikil yang berkembang di kantong empedu. Biasanya batu empedu terbentuk karena terlalu banyak kolesterol di empedu.
Batu empedu dapat tersangkut ketika keluar dari saluran empedu menuju usus, sehingga menyebabkan penyumbatan yang memengaruhi pankreas dan mencegah pankreas melepaskan enzim-enzimnya di usus.
Apabila pankreatitis akut terkait dengan batu empedu, dokter biasanya akan menganjurkan pengangkatan kandung empedu.
Infeksi bakteri atau virus juga bisa menjadi penyebab pankreatitis akut. Berikut adalah beberapa jenis infeksi yang umum menyebabkan kondisi ini:
Selain ketiga penyebab umum di atas, terdapat beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan pankreatitis akut seperti:
Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena pankreatitis akut seperti:
Umumnya rasa nyeri akan muncul secara tiba-tiba di tengah perut bagian atas, tepatnya di bawah tulang dada. Terkadang rasa sakit pertama kali dirasakan di perut bagian bawah, namun hal ini jarang terjadi.
Nyeri yang dirasakan perlahan-lahan menjadi lebih intens hingga menjadi sakit yang konstan. Rasa sakit dapat terus meningkat dan menjadi lebih parah, bahkan dalam banyak kasus rasa sakitnya dapat menjalar ke bagian belakang tubuh. Makan biasanya dapat memperburuk rasa sakit.
Gejala pankreatitis yang disebabkan oleh batu empedu biasanya berkembang lebih cepat. Sedangkan yang disebabkan oleh alkohol gejalanya berkembang lebih lambat.
Berikut adalah berbagai gejala pankreatitis akut secara umum:
Pankreatitis akut dapat sembuh, namun pankreatitis akut yang parah juga berpotensi menyebabkan komplikasi seperti:
Dokter akan menanyakan tentang gejala dan riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di bagian perut. Apabila terdapat area tertentu di perut yang sensitif ketika disentuh, kondisi ini dapat mengindikasikan pankreatitis akut.
Pankreatitis akut juga membuat otot dinding perut menjadi kaku, sehingga dokter mungkin hanya akan mendengar sedikit atau bahkan tidak mendengar sama sekali suara usus di perut.
Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan untuk mendukung diagnosis pankreatitis kronis adalah seperti:
Pemeriksaan awal yang biasanya dilakukan adalah tes darah untuk melihat kadar enzim amilase dan lipase. Pankreatitis akut menyebabkan pankreas memproduksi kedua enzim ini lebih banyak.
Tes darah dapat akurat apabila dilakukan pada hari pertama atau kedua penyakit, karena kadar amilase dan lipase biasanya akan kembali normal setelah beberapa hari. Kadar amilase akan normal kembali dalam 3-7 hari dan lipase akan kembali normal dalam 8-14 hari.
Apabila tes darah sudah menunjukkan seseorang terkena pankreatitis akut, dokter akan menyarankan beberapa tes lanjutan untuk mengetahui seberapa meradangnya pankreas dan menentukan risiko komplikasi.
Beberapa tes lanjutan yang mungkin dilakukan adalah seperti:
Pengobatan pankreatitis akut bergantung pada tingkat keparahannya. Pengobatan pankreatitis akut ringan dengan serius berbeda.
Pengobatan pankreatitis akut ringan bertujuan untuk mempertahankan fungsi tubuh dan meringankan gejala saat pankreas sedang memperbaiki dirinya sendiri.
Pengobatan pankreatitis akut ringan meliputi:
Pankreatitis akut berat menyebabkan kematian jaringan atau nekrosis. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko sepsis dan syok hipovolemik.
Perawatan untuk pankreatitis akut berat meliputi:
Pasien dengan pankreatitis akut berat harus tinggal di ICU hingga tidak lagi memiliki risiko kegagalan organ, syok hipovolemik, dan sepsis.
Terdapat juga langkah pengobatan pankreatitis akut yang disesuaikan dengan penyebab pankreatitis akut itu sendiri.
Apabila pankreatitis akut disebabkan oleh batu empedu, pasien mungkin harus menjalani operasi atau ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography) untuk menghilangkan batu empedu.
Setelah batu empedu hilang, pasien disarankan untuk mengikuti diet khusus untuk menurunkan kolesterol dalam darah yang menjadi penyebab terbentuknya batu empedu. Pembedahan untuk mengangkat kantong empedu juga disarankan untuk pasien pankreatitis akibat batu empedu.
Sedangkan pada pasien dengan pankreatitis akut akibat penyalahgunaan alkohol, dokter mungkin akan menyarankan program rehabilitasi untuk dapat terlepas dari alkohol.
Sumber:
Suyadi
Thanks Infonya Dokter.. sangat bermanfaat
Reply